UPBS BRMP Maluku Gaspol Menuju Penangkar Benih Terstandar
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku menggelar rapat strategis guna memantapkan struktur organisasi serta penyusunan perjanjian kerja sama Unit Pengelola Benih Terstandar (UPBS) BRMP Maluku. Rapat ini menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola UPBS agar mampu berperan optimal dalam penyediaan benih bermutu di Maluku.
Rapat dipimpin oleh Deputi Manajer Puncak UPBS BRMP Maluku, Aksan Loou, dan dihadiri oleh Kasubag Tata Usaha M. Yusuf Nurdin, Katimker PE Novendra Cahyo Nugroho, serta para penanggung jawab komoditas benih, yakni La Dahamarudin (jagung), Irfan Ohorella (bawang merah), dan Jacob Mathias Ayal (padi), bersama anggota UPBS BRMP Maluku.
Dalam pembukaannya, Aksan Loou menekankan pentingnya saran dan masukan dari seluruh peserta rapat terhadap struktur organisasi yang telah disusun. Ia juga menyoroti perlunya pembahasan mendalam mengenai mekanisme perjanjian kerja sama antara UPBS dan petani agar kemitraan yang terbangun berjalan transparan, adil, dan saling menguntungkan.
Selain itu, rapat turut membahas kelengkapan dokumen yang harus dimiliki BRMP Maluku agar dapat terdaftar secara resmi sebagai penangkar benih. Aspek administrasi ini dinilai krusial sebagai dasar legalitas dan kepercayaan dalam pengelolaan serta distribusi benih terstandar kepada petani di wilayah Maluku.
Tak kalah penting, peserta rapat juga mengidentifikasi kebutuhan alat dan bahan penunjang yang diperlukan untuk menunjang kelancaran operasional UPBS BRMP Maluku. Dengan kesiapan organisasi, dokumen, serta sarana pendukung yang memadai, diharapkan UPBS BRMP Maluku mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas benih dan produktivitas pertanian di daerah.